Penjelasan, larangan, sunnah, urutan rangkaian, doa-doa, serta tanya jawab seputar ibadah Haji dan Umrah — panduan praktis bagi setiap muslim.
Pahami pengertian, hukum, syarat, rukun, larangan, dan hal-hal yang disunahkan dalam ibadah Haji dan Umrah.
Haji adalah berkunjung ke Baitullah (Ka'bah) di Makkah Al-Mukarramah untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu pada waktu yang telah ditentukan (bulan Dzulhijjah), dengan syarat dan rukun yang telah ditetapkan syariat.
Haji hukumnya wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat — dilaksanakan sekali seumur hidup. Dalilnya adalah firman Allah QS. Ali Imran: 97 dan hadits Nabi ﷺ.
Haji diwajibkan bagi seseorang yang telah memenuhi syarat-syarat berikut:
Saat berihram, jamaah haji dilarang melakukan hal-hal berikut. Melanggar larangan dapat mengakibatkan dam (denda).
Selain rukun dan wajib, terdapat berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah haji:
Umrah adalah mengunjungi Baitullah (Ka'bah) untuk melaksanakan thawaf, sa'i, dan bercukur/memendekkan rambut, dengan cara dan syarat tertentu yang ditetapkan syariat Islam.
Jumhur ulama berpendapat umrah hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu. Sebagian ulama berpendapat hukumnya sunnah muakkadah. Umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun kecuali pada hari-hari tertentu.
Rukun umrah adalah amalan-amalan yang wajib dilaksanakan dan bila ditinggalkan maka umrahnya tidak sah:
Larangan ihram umrah sama dengan larangan ihram haji. Selama berihram dilarang:
Amalan-amalan sunnah dalam umrah yang dianjurkan untuk mendapatkan kesempurnaan ibadah:
Ikuti langkah-langkah ibadah Haji dan Umrah secara berurutan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Memakai pakaian ihram (2 helai kain putih untuk laki-laki, pakaian longgar untuk perempuan), mandi sunnah ihram, shalat sunnah 2 rakaat, lalu berniat ihram dengan mengucapkan:
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ حَجًّا"Labbaik Allahumma Hajjan" — Ya Allah, aku sambut panggilan-Mu untuk berhaji
Berangkat ke Mina sebelum atau setelah Dzuhur. Shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya (diqashar, tidak dijamak) di Mina. Mabit (bermalam) di Mina.
Ini adalah inti dari ibadah haji. Jamaah wajib berada di padang Arafah dari tergelincirnya matahari (waktu Dzuhur) hingga terbenamnya matahari. Shalat Dzuhur dan Ashar dijamak dan diqashar. Perbanyak doa, dzikir, dan membaca Al-Qur'an.
اَلْحَجُّ عَرَفَةُ"Haji itu adalah Arafah" (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
Sesampainya di Muzdalifah, shalat Maghrib dan Isya dijamak ta'khir dan diqashar. Bermalam di Muzdalifah. Kumpulkan batu-batu kerikil (70+ butir) untuk melempar jumrah. Shalat Subuh berjamaah lalu berdzikir hingga hari mulai terang.
Setelah Subuh, pergi ke Mina. Urutan amalan hari ini: (a) Melempar Jumrah Aqabah 7 batu sambil bertakbir, (b) Menyembelih hewan hadyu (bagi yang berhaji tamattu'/qiran), (c) Mencukur/memendekkan rambut (tahallul awal), (d) Thawaf Ifadhah ke Masjidil Haram (rukun haji), (e) Sa'i (bagi yang belum sa'i sebelumnya).
Kembali ke Mina untuk mabit (wajib). Setiap hari pada waktu setelah Dzuhur, melempar tiga jumrah: Jumrah Ula (7 batu), Jumrah Wustha (7 batu), lalu Jumrah Aqabah (7 batu). Yang ingin nafar awal (pulang lebih cepat) boleh pergi pada 12 Dzulhijjah sebelum Maghrib.
Sebelum meninggalkan Makkah, wajib melaksanakan Thawaf Wada' (thawaf pamitan) — mengelilingi Ka'bah 7 putaran. Ini adalah amalan terakhir di Makkah.
Mandi sunnah ihram, memakai pakaian ihram, shalat sunnah 2 rakaat, lalu niat umrah dari miqat (batas wilayah) dengan mengucapkan:
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ عُمْرَةً"Labbaik Allahumma 'Umratan" — Ya Allah, aku sambut panggilan-Mu untuk berumrah
Perbanyak membaca talbiyah sepanjang perjalanan menuju Makkah hingga melihat Ka'bah:
لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَMasuk Masjidil Haram dengan kaki kanan sambil berdoa. Menuju Ka'bah dan mulai thawaf dari Hajar Aswad dengan mengucapkan "Bismillah, Allahu Akbar". Mengelilingi Ka'bah 7 putaran berlawanan arah jarum jam, Ka'bah selalu berada di sebelah kiri. Sunnah: raml (berlari kecil) pada 3 putaran pertama bagi laki-laki, idhthiba' (membuka bahu kanan).
Setelah selesai thawaf, shalat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim (atau di tempat lain dalam masjid bila terlalu penuh). Rakaat pertama membaca QS. Al-Kafirun, rakaat kedua membaca QS. Al-Ikhlas.
Menuju bukit Shafa, membaca doa naik Shafa, lalu berjalan menuju Marwah (1 kali). Kembali dari Marwah ke Shafa (2 kali), terus hingga 7 kali (berakhir di Marwah). Antara dua tanda hijau, laki-laki berlari kecil (sunnah). Perempuan berjalan biasa.
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللّٰهِSetelah sa'i, bercukur atau memendekkan rambut. Bagi laki-laki, afdhal (lebih utama) mencukur habis seluruh rambut kepala. Bagi perempuan, cukup memotong sepanjang ruas jari dari ujung rambut.
Kumpulan doa penting yang dibaca dalam setiap rangkaian ibadah Haji dan Umrah sesuai sunnah Nabi ﷺ.
Klik pertanyaan untuk melihat jawaban lengkap. Dihimpun dari berbagai pertanyaan jamaah yang sering muncul.